Kamis, 03 Juni 2010


PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKITAR SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA

PEMANFAATAN PASAR
DALAM MATERI OPERASI HITUNG ARITMATIKA


Lingkungan belajar banyak berperan dalam meningkatkan semangat belajar siswa. Dengan kata lain, tingginya minat siswa terhadap suatu kegiatan pembelajaran, salah satunya ditentukan oleh factor lingkungan belajar. Lingkungan belajar yang dimaksud adalah lingkungan kelas dan lingkungan luar kelas. Dalam menata dan memanfaatkan lingkungan kelas, hendaknya guru berupaya meningkatkan tampilan kelas semenarik mungkin. Sementara itu, lingkungan di luar kelas hendaknya juga dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk belajar siswa.

Nampaknya lingkungan di luar kelas atau lingkungan alam belum banyak dimanfaatkan. Dipandang dari segi potensinya, lingkungan alam di luar sekolah perlu dipertimbangkan sebagai alternative untuk memberikan variasi dalam belajar.

Jika kita ingin memanfaatkan dan mengembangkan potensi lingkungan alam, maka ada baiknya mempertimbangkan hal-hal berikut :

1. Pilihlah lingkungan alam yang mampu mengembangkan kemampuan dan keterampilan fisik siswa
2. Lingkungan yang dimanfaatkan untuk belajar diusahakan lingkungan yang baru dan berbeda dengan lingkungan kelas dan sekolah sehingga siswa dapat belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan baru tersebut.
3. Ciptakan suasana sedemikian rupa agar siswa merasakan peran-peran social yang baru.
4. Permainan dan suasana belajar yang diberikan kepada siswa diharapkan bias meningkatkan kerja sama kelompok dan kemampuan mereka dalam memimpin.
5. Usahakan lingkungan alam yang dimanfaatkan bias mengembangkan daya kreativitas, imajinasi siswa, pengembangan kemampuan motorik, emosi, sosial, dan bahasa.

Dalam tugas pemanfaatan lingkungan sekitar dalam pembelajaran matematika, kami menggunakan halaman sekolah untuk mempelajari luas dan keliling bangun datar dengan memanfaatkan kegiatan berkemah. Berikut akan disampaikan uraiannya.
Tema : Berdagang
Materi : Operasi Hitung Aritmatika
Tujuan : Siswa mampu Melakukan operasi hitung campuran yang melibatkan pecahan

Contoh
Siswa dibentuk dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok menerima 3 jenis buah yang berbeda. Tugas kelompok berandai sebagai pedagang buah, merencanakan buah yang akan dibeli dan dijual lagi. Menentukan perkiraan harga beli dan harga jual dan prosentase keuntungan yang diinginkan sekaligus strategi penjualnya.

Minggu, 30 Mei 2010

FUNGSI MEDIA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Kata media berasal dari bahasa Latin. Secara harfiah media memiliki arti “tengah”, “perantara” atau “pengantar”. Dalam bahasa Arab , media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.
Media memiliki pengertian fisik dan nonfisik yang sering disebut dengan hadrware (fisik), dan Software (non-fisik). Hardware yaitu sesuatu yang dapat dilihat, didengar, atau diraba dengan panca indra. Misalnya, komputer, OhP, Peta konsep. Sedangakan software yaitu kandungan pesan yang terdapat dalam perangkat keras yang merupakan isi yang ingin disampaikan kepada siswa . Misalnya rumus –rumus bangun ruang, teori phytagoras,dll.
Media juga dapat dibedakan berdasarkan keadaannya, yaitu media canggih (sophisticate media) dan media sederhana (simple media). Media canggih adalah media yang hanya dapat dibuat di pabrik karena terdiri dari komponen-komponen yang rumit dan biasanya memerlukan listrik dalam penyajiannya. Sedangkan media sederhana adalah media yang dapat dibuat sendiri dan biasanya tidak memerlukan listrik dalam penyajiannya.
Media pembelajaran adalah alat bantu pembelajaran yang secara sengaja dan terencana disiapkan atau disediakan guru untuk mempresentasikan atau menjelaskan bahan pelajaran, serta digunakan siswa untuk dapat terlibat langsung dengan proses pembelajaran.
Media pembelajaran merupakan sebuah terobosan yang harus di ikut sertakan dalam proses pembelajaran matematika. Dengan menggunakan media pembelajaran dalam pembelajaran matematika, diharapkan akan dapat menghubungkan antara pengetahuan matematika dengan kehidupan sehari – hari . Sehingga belajar matematika bukan sekedar konsep hafalan dan rumus tapi dapat langsung diaplikasikan ke kehidupan nyata. Misalnya pengetahuan matematika diskrit, siswa dapat menggunakanya dalam pemograman komputer.
Pemakaian media pembelajaran dalam proses pembelajaran matematika dapat menmbangkitkan keinginan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Dengan memanfaatkan media yang benar memungkinkan siswa dapat menjalankan pembelajaran dengan rasa senang , sehingga keinginan untuk belajar matematika tumbuh dari dalam diri siswa.
Menurut Levie dan Lenzs (1982), ada beberapa fungsi media pembelajaran :
a. Fungsi Atensi, yaitu menarik dan mengerahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau yang menyertainya dengan teks materi pelajaran.
b. Fungsi Afektif dapat menggugah emosi sikap siswa, misalnya informasi yang menyangkut masalah sosial atau ras.
c. Fungsi kognitif dapat mempelancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
d. Fungsi kompensatoris untuk mengakomodasi siswa yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal.
Dalam proses pembelajaran matematika, penggunaan media pembelajaran mempunyai beberapa manfaat :
1. Memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.
2. Meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan kemampuan siswa untuk belajar sendiri sesuai dengan kemapuannya.
3. Mengatasi keterbatasan indera , ruang dan waktu;
a. Objek yang terlalu besar dapat ditampilkan langsung diruang kelas, diganti dengan gambar, foto, slide, realia, film, radio atau model. Misalnya untuk menghitung luas sebuah pulau, guru dapat menampilkan sebuah peta atau gambar ,tanpa harus menghitung objek yang sebenarnya.
b. Objek yang terlalu kecil yang tidak tampak oleh indera dapat disajikan dengan bantuan mikroskop, film, slide, atau gambar.
c. Kejadian atau percobaan yang dapat membahayakan dapat disimulasikan dengan media seperti komputer, film, dan video.
4. Memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa, tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka.

Berikut beberapa jenis media yang digunakan dalam pembelajaran matematika :
1. Media Cetak
Media cetak merupakan media yang disiapkan di atas kertas untuk pengajaran dan informasi, dengan menggunakan media ini pembelajaran akan berjalan dengan mudah karena materi yang akan diajarkan sudah tersedia . Adapun beberapa jenis media cetak , yaitu:
a. Buku Pelajaran yaitu buku acuan wajib untuk digunakan di sekolah yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan, budi pekerti dan kepribadian, kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kepekaan dan kemampuan estetis, potensi fisik dan kesehatan yang disusun berdasarkan standar nasional pendidikan.
b. Diktat yaitu materi pelajaran yang disusun oleh guru .
c. Makalah yaitu salah satu jenis karya tulis ilmiah yang membahas tentang suatu tema tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup suatu perkuliahan.

2. Media Elektronik
Media yang digunakan dengan bantuan alat-alat elektronik ,misalnya kalkulator, OHP, TV, DVD ,VCD ,dan komputer. Dalam penggunaan media elekronik biasanya data disusun dalam benuk video, gambar, gambar animasi atau sebuah film pendek. Penggunaan media elektronik biasanya digunakan sebagai penekanaan pada materi mata pelajaran yang penting yang harus dimengerti oleh siswa, misalnya dengan menggunakan video, guru dapat menjelaskan bagaimana pengaplikasian rumus intergral pada saat proses terbang pada pesawat. Atau dengan menggunakan MATLAB guru dapat mengajarkan membuat bangun intergral dengan menentukan titik koordinatnya.
Ada beberapa program komputer yang digunakan sebagai media pembelajaran matematika, yaitu;
a. Microsoft Excel yang disingkat Excel adalah program aplikasi yang banyak digunakan untuk membantu menghitung, menganalisa, dan menyajikan data secara otomatis sehingga sangat cocok digunakan sebagai media pembelajaran topik Statistika , Peluang, Matrix, dll.
b. Matematika Lab adalah sebuah program yang dapat digunakan utuk menggambarkan bangun ruang atau grafik pada diagram kartesius dengan menentukan titik koordinatnya. Program ini dapaT digunakan untuk topik persamaan linier, intergral, dll.
c. Microsoft Powerpoint adalah sebuah program yang dapat digunakan untuk mepresentasikan materi pelajaran yang akan diajarkan .Dengan menggunakan powerpoint ini pendidik dapat menambahkan aplikasi pembelajaran matematika seperti gambar model instrumen, grafik, diagram, dan memungkinkan juga menambahkan audio agar pembelajaran lebih menarik perhatian siswa.

3. Media Peta Konsep
Media peta konsep bertujuan untuk membangun pengetahuan siswa dalam belajar secara sistematis, yaitu sebagai teknik untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam penguasaan konsep belajar dan pemecahan masalah (Pandley,dkk. 1994). Petakonsep merupakan media pendidikan yang dapat menunjukkan konsep ilmu yang sistematis, yaitu dimulai dari inti permasalahan sampai pada bagian pendukung yang mempunyai hubungan satu dengan lainnya, sehingga dapat membentuk pengetahuan dan mempermudah pemahaman suatu topik pelajaran .
Dengan menggunakan bantuan peta konsep perlajaran akan bejalan dengan sitematis senhingga ini memudahkan dalam proses pemahaman pembelajaran dan apabila tingkat pemahaman siswa meningkat, maka hal ini dapat juga menigkatkan hasil belajar. Peta konsep merupakan media yang akan mengarahkan siswa agar memperoleh pelajaran bukan hanya sekedar menghafal melainkan juga mengindentifikasi konsep yang diperoleh, dengan kata lain peta konsep menyediakan skema-skema untuk menganalitis stimulus-stimulus baru dan untuk menentukan hubungan didalam dan diantara kategori-kategori dalam suatu materi pelajaran.